Kepada Nafas yang Kutiup – oleh Rony Firmansyah

Sedikit lepas menjangkau sisipan Banyaklah sudah beruban-uban Ada kalanya hidup menuai kehidup Gelap dulu lalu terang masai sisir Dingin benar menusuk sulaman purba Pintal Tenun Rajut Semayamkan di garba Duka dukalah di hari kemarin Sisanya bahagia menitiskan kain Sebentar luka, lalu lama nestapa gerak Tak merasa meski sama pernah berbiak Afwan,segala yang lalu Berbenah masa […]
Baca puisi selengkapnya…