Lanjut Usia (untuk Pak Munir) – oleh Robby Jayadi

Manakah lebih hebat? Pak tua sederhana giat kerja atau pemuda mapan? Segala nampak rumah tak megah Itulah tempat ia beristri dan beranak Manakah lebih tangguh? Pak tua yang ringan kaki ke masjid atau pemuda pendaki gunung? Kala kumandang suara panggilan dalam lelap gelap Pantang kalah ia pada kantuk berbalut selimut Manakah lebih cerdas? Pak tua […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tangan Dalam Saku – oleh Robby Jayadi

Kepala tunduk pada ruas jalan Terisi disaku oleh kedua tangan Lihat kiri kanan Menebar senyum ketika berpapasan Pikir ku, sedang berkecamuk Hidup demi hidup, sesekali nafas panjang terhirup Aku tahu, dalam benak bukan aku pengganti pelipur laramu Tak pula penyejuk hati Akan keluarga dan temanku Seakan ini terpinggirkan terasa biasa Dia pun enggan menaruh acuh […]
Baca puisi selengkapnya…

 

4 Tahun – oleh Robby Jayadi

Berlalu peristiwa 4 tahun terjadi Disana, teman datang beserta senyum palsu Bersama menginjak harga diri Dimana hari, orang terkasih membisu Aku ingat… dan. selamanya ingat Merangkul perih rasa Untuk hal yang diperbuat Enyahkan seluruh asa Ah… andai kau kembali Ku mau tubuhku terbaring dan dingin Kau.. dia… akan lihat ironi Ia datang dan kalian sesak […]
Baca puisi selengkapnya…