Teduhnya Demokrasi – oleh Riyanto Dwi Atmojo

Sahabatku… Mengapa harus menunggu…? Datangnya esok hari…? Sahabatku…. Pesta telah dimulai Demokrasi tengah berjalan Menunggu…dan …menunggu… Lahirnya seorang pemimpin Sahabatku…. Aku mendoa…. Dengan segenggam ketulusan dan kebesaran hati Untuk dan atas nama demokrasi Khan kusambut penuh cita untukmu sang piningit Sahabatku…. Malam melaju menyongsong fajar semburat memerah bak putri malu wahai sang matahari pagi Indah…seindah […]
Baca puisi selengkapnya…