Aku Masih Merindu – oleh Rival Rinaldy

Sudah lama aku tak jumpa. Denganmu hai bunga jiwa.. Mata terbuka lebar Menatap dari arah biasa kau lewat. Mencari di antara keramaian.. Menguping diantara kebisingan. Wajahmu masih tak kutemukan. Suaramu belum juga ku dapatkan. Aku masih disini. Menunggumu sampai waktu yang tak pasti. Meski kau tak pernah mengerti Walau waktu terus berganti.. Aku tidak peduli. […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sahabat – oleh Rival Rinaldy

Aku mengenangmu Lebih dari sekedar cerita. Aku menyebutmu, Lebih dari sekedar nama. Sahabat…apa kabarmu kini,?? Aku bertanya padamu. Aku rindu.! Lebih dari sekedar rindu.. Aku mencari Mana tangan yang dulu menepuk bahuku.. Mana suara yang dulu tak henti menyeru.. Mana telinga yang setia mendengar, Keluh kesahku yang lelah. Mana kalimat yang dulu membakar Menamparku agar […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Mungkin Bukan – oleh Rival Rinaldy

Cintaku mungkin bukan yang sejati Namun… Tak pernah terfikir untukku menghianati. Akan tetap ada. Untukmu sampai nanti.. Kasihku mungkin bukan yang sempurna. Namun…. Jika esok kau tanya, Pasti masih ada.. Masih utuh ku jaga. Semampuku, Selamanya…. Mungkin Bukan – oleh Rival Rinaldy Jakarta
Baca puisi selengkapnya…

 

Tanya Bisu – oleh Rival Rinaldy

Aku cukup bahagia Meski kau tak pernah berkata Meski hanya bertatap muka. Entah… Apa yang buatmu membisu. Aku tak cukup tahu Tentang cara memahamimu Tentang bahasa sandimu Yang buatku ragu, Namun tetap menunggu… Di hatimu, Adakah ruang untukku,?? Dari sekian waktu Sekian kali kita bertemu Hanya itu yang ingin ku tahu… Tanya Bisu – oleh […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Mentari – oleh Rival Rinaldy

Kau kembali datang menyapa Kilau sinarmu menatap manja Membelah tebalnya embun pagi Memeluk,hangatkan tubuhku mesra.. Nyaman..tulusmu sungguh kirasakan. Makin lama makin hangat Meski mendung kian menjerat, Namun hangatmu tetap kudapat. Semakin hangat Bertambah hangat.. Kurasa begitu dekat. Mentari. Meski tak setiap saat, Hangat pelukmu kan tetap melekat. Mentari – oleh Rival Rinaldy Jakarta
Baca puisi selengkapnya…

 

Berapa Lagi – oleh Rival Rinaldy

Berapa lagi. Pena yang harus kuhabiskan Hanya untuk bait-bait percuma ini. Berapa,berapa juta kata Yang harus ku ucap. Hanya agar kau percaya Tentang cinta bodoh ini.! Berapa lagi waktu yang harus kupertaruhkan. Untuk menunggu jawaban Yang tak kunjung ada kepastian. Katakan,berapa..!! Lelah hati ku menunggumu Mencoba pahami setiap sajak samarmu. Kau bumbui harapku dengan ragu.. […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Ibu – oleh Rival Rinaldy

Ibu..tentu kau masih ingat Janin yang dulu ada di rahimmu. Yang setia kau jaga dengan cinta kasih tulus Serta panjatan doa yang mengalir terus menerus.. Hingga tiba saatnya terlahir. Air mata bahagiamu pecah bersama teriakan tangismu. Kau usap aku, Kau peluk dan kau cium keningku. Seolah kau lupa lelah dan sakitmu. Seakan terbayar semua harapanmu.. […]
Baca puisi selengkapnya…