Aku pergi, menghilang, dan melupakan – oleh Riska Yunita

Aku takkan memaksa kan ego ku Yg selalu ingin tetap kau menjadi milik ku Aku sudah sering bercerita dengan bintang Namun ia tetap membiarkan ego ku tumbuh Membuat ku makin tergila-gila dengan mu Menangisi mu, memandangi mu secara diam-diam, juga aku cemburu Lalu aku bergelumut dengan novel ku Bahwa ada seorang gadis yg terobsesi dengan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Boleh kah ku rindu? – oleh Riska Yunita

Boleh kah ku rindu kekasih mu? Boleh kah? Rindu ku ini takkan mengusik nya juga dirimu dan siapa pun Tak kan ku rusak kebahagian kalian Namun izin kan ku memikirkan dirinya Aku hanya ingin sekedar menghayal Boleh kah ku rindu kan senyuman nya, tawa nya Boleh kah? Kini tatapan yg dulu hangat nya melekat Menjadi […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Pengangummu – oleh Riska Yunita

Coba lah jangan menyapa Saat ku sudah lupa Mohon jangan datang lagi Jangan jadi teman lagi Entah mengapa ku keberatan Hanya sekedar mengagumimu Tak ada nyali untuk menggapai Sumpah ini sakit Ini gila Sampai ku pernah berfikir untuk menghancurkan kalian Dengan ego ku sendiri Namun ku hempas segala nya Dengan kedermawanan ku Ku berlangkah mundur […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kepergian abadiku – oleh Riska Yunita

Di sudut lapangan Dan di terik nya matahari pagi Kita berbicara Ku lihat wajah mu dari samping Tampak menawan Ku ikuti alur jalan hidup mu Ku terbawa, terhanyut dalam keheningan Ku bertanya dan kau menjawab Kau bercerita dan ku mendengarkan Dan waktu itu, Waktu coba memisahkan kita Dan ku menerima Terus ku katakan “Daaaa” sambil […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Pergi Cinta – oleh Riska Yunita

Hening jiwa ku Saat ku coba melepas mu perlahan Ku pilih jalan terbaik Buat sesuatu jiwa yg berarti Ku hirup harum nya kenangan masa lalu Hahaha, begitu bahagia nya kita Tapi tidak ada hati yg tidak lelah Tidak ada jiwa yg tidak bosan Dengan cinta yg lama Dan beranjak pergi ke cinta yg baru Pergi […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Cinta menjadi Benci – oleh Riska Yunita

Kepergian ini sangat memberat kan hati Berkecamuk di dalam nya sebuah kebencian Saat diri ini ingin memberi Sebuah cinta yang mungkin akan kau hargai Setetes air jatuh tanpa ku sadari Helai demi helai daun berjatuhan Bertaburan di jalanan yang ku tempuh Senja tak lagi mampu untuk bicara Tapi hati ini berkata kamu pasti bisa melewati […]
Baca puisi selengkapnya…