Bayangan – oleh Ripani Intan Ramadani

Sampai kapan awan enggan tunggal berdiri Sampai kapan mentari enggan berdiam manis Sampai kapan pelangi enggan tiba tanpa hujan membasahi Sampai kapan jingga enggan berwarna romantis Layaknya purnama yang menggenapkan langit Tanpa tau siapa yang membuatnya begitu indah di langit Kau mematung dengan senyum sinis Dan berkata, sampai kapan aku berada disini? Kau yang slalu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Berakhir Seorang Diri – oleh Ripani Intan Ramadani

Tau kah kau aku bertarung seorang Dengan rasa cinta yang sudah terlanjur tertanam Tau kah kau aku bertarung seorang Dengan kemelut hati yang terlalu serakah Tau kah kau aku berharap kau segera tiba Seperti mengharap senja datang menggantikan teriknya matahari Sudah pasti tiadalah kau tau tentang hati ini Karna mentaripun slalu menutupi gelapnya hati ini […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Purnama yang kelam – oleh Ripani Intan Ramadani

Selarut pandang gelap gulita Membuat ku terduduk kemudian terduduk sudah Berapa harap yang mampu ku tanggalkan Untuk sebuah asa akan cinta yang indah Semerbak wangi bunga tercium sudah Semakin dekat semakin memudar segar wangi nya Aku tertegun mengingat semua kenangan Yang kembali lagi membuatku terjatuh tak tertahan Harus berapa kali aku menjerit menahan airmata Harus […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Anganku – oleh Ripani Intan Ramadani

Aku terduduk di pelataran rindu Dalam anganku kau bersama ku Bercerita tentang surga dunia yang kan ku rangkai bersamamu Bersenandung melodi asmara penuh cinta nan merdu Aku terbaring dalam ruang yang kelabu Dalam anganku kau menggenggam tanganku Membuatku nyaman merasakan kehangatan hatimu Lalu terpejamlah mata melupakan sejenak pilu nya duniaku Aku berjalan di pelataran sendu […]
Baca puisi selengkapnya…