Menjelang 1 tahun

Smpai lupa gimana rasanya.. Di perhatiin.. Ditelpon lagi apa? Udah belajar belom? Lupa dielus elus kepala.. Lupa cara bercerita.. Mungkin udah lama ya memendan sebukit cerita.. Begitulah perjalanan ku..
Baca puisi selengkapnya…

 

Selembar Harapan – oleh Melisa

Setipis udara yang menaungiku Setipis harapan yang tak mungkin lagi terwujud Dikala sepi yang berjanji tak akan beranjak Menantimu yang tlah pergi mengingatkanku pada dirimu dimasa lalu Telah tiada…. Aku tahu kau pun telah menghilangkan segala hatimu untukku Betapa aku terseok menghadapi kenyataan Ratapan sedih yang ingin kukatakan Mungkin tak akan bisa kau dengar
Baca puisi selengkapnya…

 

Rinduku, Kunang Malam

bumi kini temaram bulan tenggelam ditelan tanggal hati ini muram durjana….. mengingat kunang malam bukan sedih karena perpisahan rindu ini yang menjadi alasan memang bukan hak untuk diri ini merengkuhnya bukan pantas pula rasa ini membersamainya tiada kah yang tak membolehkannya? hati manusia siapa yang nyana hati manusia memang berbeda beda rasa- cinta- rasa- tiada […]
Baca puisi selengkapnya…