Putri – oleh Rifqi Kasnow

Bosan dengan sebuah tanya ‘Kapan akan hadir asmara ?’ Jawabku tetap sama ‘Dusta cinta tak cukup menggoda’ Ada lubang di jiwaku, yang kian lama kian dalam Apa ini yang di sebut karma ? Karena memang sempat kumbang ini menggoreskan luka Saat keheningan, kesepian menghantuiku Sampai hati berkeinginan… Ingin aku pimpin seorang putri dalam dekap sang […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Terbingkai Karat – oleh Rifqi Kasnow

Lembayung senja hingga puncak rembulan Cakrawala nan indah hias bintang. Yg lain terbuai aroma mimpi Aku Terpaku, hanyut dan tenggelam Terbingkai bayang semu ,terbakar api hingga abu. Sudikah tuk menatap ? Senyummu nadiku Hinggap dan jamah Ruang waktu berlalu cepat Melangkah jauh kian pergi Tak selangkah pun maju G.K Terbingkai Karat – oleh Rifqi Kasnow […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sudikah kau kembali – oleh Rifqi Kasnow

Memang sempat mawar berduri menemani hening hidupku Tapi mentari tlah menjadi rembulan, Mawar itu tlah layu Kumbang lain datang menghampiri Sekedar menghampiri ? Tidak! Dia juga memilikinya Tuhan apa memilikinya kembali hanyalah mimpi ? Menikmati kelopak yang menenangkan itu sebatas ilusi ? Meski hanya khayalan yang menjadi tumpuan aku rela Tak peduli Meski durinya sempat […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Mawar berduri – oleh Rifqi Kasnow

Dulu kumbang ini slalu memujamu slalu bangga memilikimu Karna goresan indah tuhan yg mengukir kulit rahangmu Ukiran keindahan itu pula yg membuatku jatuh dan menggila Ketika kau tawan cintaku Itulah yang ku rasa Meski Sempat lama raga kita tak saling sapa Tapi kau tahu hatiku masih berpaut padamu bunga Tak ada jiwa lain yg dapat […]
Baca puisi selengkapnya…