Melukis Mentari – oleh Rifa Annisa

Dibawah Naungan angkasa biru Yang terbentang luas ini Kurasakan… Hangatnya sinar mentari Yang merembas Menerobos celah-celah Ranting dan dedaunan Melukis mentari… Bukanlah sekedar angan Ditengah kekosongan ini Bukan pula sebatas harapan Untuk mengubur rasa sepi Hingga langit menuliskan Sederet asa Diantara berjuta perkara Dan seuntai kata Yang tergantung membingkai hari-hari Melukis mentari Walau hanya berhiaskan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kisah Di Tengah Hujan – oleh Rifa Annisa

Awan kelabu menghalau sinar mentari Tetes karunia Tuhan… Seakan menghantam Tempatku berpijak Membuatku menepi Berkelebat dalam sunyi Berjuta insan yang berlalu tak peduli Bak aku hanyalah ilusi Angin dingin yang berhembus Menerpa tubuh ini Berbisik… Memaksaku untuk berkisah Cahaya meremang Badai berkecamuk Bersamaan dengan luruhnya jiwa ini Bernostalgia dalam sepi Sosokku yang rapuh Terpantul… Dalam […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Bencana – oleh Rifa Annisa

Kadang dunia menangis pilu Kadang diam tak bersuara Kurasakan… Dingin dan pahitnya kehancuran Gelap… Dunia ini telah mati Menyisihkan puing-puing Berselimutkan kenangan Secercah sinar putih Diantara langit kelabu Besamaan dengan datangnya badai Inilah dunia yang baru Dunia yang berselimutkan Kehancuran dan kebencian Hingga alam pun bersuara Lelah untuk terus bungkam Biarkan.. Dunia ingin bertindak Tanpa […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Ku Arungi Hidupku – oleh Rifa Annisa

Secercah cahaya Sinar mentari nan lembut menerpa tubuhku Benakku membawa sebuah pertanyaan Tanda tanya besar soal hidup Tumbuh bersama kisahku Hidup membuatku berfikir Melewati masalah yan terasa pahit Tapi…. dengan cara itulah ku menjadi dewasa Angin yang berhembus Ilusi yang berarakan diangkasa Menciptakan relief-relief mimpi Membuatku tersadar Hidup atas tujuan dan mimpiku Mengarungi samudra peluang […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sinar Seorang Sahabat – oleh Rifa Annisa

Dalam sebuah kesunyian Dijalan pelita Soal hidup yang kadang tak menentu Merangkai kisah dalam kesendirian Ungkapan tulus dari seseorang Seolah menjadi sinar yang mendadak datang Berbagi duka dan tawa Ibarat angin yang menebar keceriaan Atau bulan yang setia menemani kegelapan Disaat ku jatuh dan pasrah Kawan… Temani bintang yang kesepian Yang cahayanya nyaris pudar ini […]
Baca puisi selengkapnya…