Cinta Ini – oleh Ridha Faridha

Jika waktu kembali Aku tak akan membuatmu merasa lelah Membuatmu hidup dalam air mata Hatiku merasa menyesal seperti ini Tapi aku sudah mengatakan padamu Aku tidak sanggup hidup tanpamu Tolong peluk aku dengan hangat Agar aku bisa hidup dalam cinta ini Tidak peduli apa yang kamu katakan Aku merasa itu tak bisa memulihkan hati ini […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Dua Hati – oleh Ridha Faridha

Dari pertama kali itu adalah dirimu Meski aku melewati satu sama lain Mataku membiarkan aku tahu tentangmu Kau melewatiku seperti angin lembut Aku merasa terbawa bersamamu Aku seperti orang bodoh yang mengagumimu Inikah yang namanya cinta Mataku terus mengikuti langkahmu Kau selalu muncul dalam kabut Kau di warnai oleh kabut putih Kau tersenyum dan menghampiriku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kepergianmu – oleh Ridha Faridha

Malam ini aku merindukan mu Air mata yang mengalir di pipi ku saat mengenangmu Hujan turun basah dengan kenangan Jalan kosong kelabu terasa begitu panjang Saat ku buka jendela kemurungan Hujan jatuh di dua telapak tangan Mengisi bersama kesepian yang tertumpah Menyebar rasa sakit di sudut hati dan jiwaku Kita bintang yang jauh sejak awal […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Cahaya Yang Redup – oleh Ridha Faridha

Ruang yang kau tinggalkan tak ada mengisinya Aku sangat merindukan kedatanganmu Dan aku tak bisa menahan diri ini Sehingga air mataku terus menetes Hanya kamu yang ada di pikiranku Aku tak bisa melakukan apa pun lagi Bahkan jika hari ini waktu yang tersisa Aku ingin memberikan segalanya untukmu Aku ingat matamu yang diam-diam menatapku Kau […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Hanya kamu – oleh Ridha Faridha

Aku tau apa yang kamu rasakan Aku tak akan meminta lagi Tak ada ku inginkan lebih di dunia ini Lebih dari cintamu Kau menjadi cahaya Dan membuat ku bersinar Apakah ini awal dari kita berdua Jika hanya ada kita berdua di dunia Katakan pada ku dengan jujur Aku ingin mendengarkan Perasaanmu saat ini di sini […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Merelakanmu – oleh Ridha Faridha

Matahari yang terik tiba-tiba terselimuti awan Awan yang putih berubah menjadi abu-abu Suara Angin pun mulai bertiup kencang Ku ingin terbang mengikuti arah angin Hujan mulai turun membasahi tubuhku Ku menangis saat hujan turun Agar orang-orang tak melihatku Biarlah hanya Tuhan dan aku yang tahu Rintik hujan yang membasahi tubuhku yang dingin Aku tak merasakan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sisa Tangisanku – oleh Ridha Faridha

Aku menangis pilu .. Kerinduan yang mekar seperti bunga Aku menunggumu sekali lagi Bisakah kamu mendengarku Aku melihatmu dari belakang dan menangis Ketika aku berpikir tetangmu Air mata ini mengalir terus menerus Hanya kamu lah cintaku Siang dan malam mengingatmu Aku ingin kenangan masa lalu kita Seperti kabut putih yang menebar Kamu lah orang yang […]
Baca puisi selengkapnya…