Anugerah Cinta – oleh Ria Fajri

Pagi itu aku bertemu Di siangnya terasa semu Malam mulai merindu Rindu akan bayangan yang menjamu Tetapi terasa melingkar di sela mata Hingga menyatu ke dalam dada Teraduk sudah rasaku Ingin aku tiup tak cukup angin untuk itu Sungguh betapa iba hati pada diri Seraya ingin melihat Era yang di tuju Bagaimana dirimu yang lucu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Titik Rindu – oleh Ria Fajri

Sampaikan salam ku pada dia Tak sempat bersua kedip pun jadi Terkadang aku tersenyum di dalam hati Menghibur diri di dalam sepi Tak tik suara jam jadi dag dig dug terpikirkan Sebegitunya perasaan menyapa.., Beruntungkah dirimu yang aku kenal Bila iya mengapa enggan Hanya membuat diriku menghitung mundur Yang nantinya siap menyambut datangnya rasa itu
Baca puisi selengkapnya…

 

Tanya Pada Titik – oleh Ria Fajri

Kata yang terangkai memulai sebuah garis baru Belum tentu ada koma dan jua titik Tentunya EYD yang bergerak bebas tampa menghiraukan lagi pemisahnya Adakah titik atau koma… Kata-kata mulai berdatang menghampiri Hingga tersusun bak syair puisi Tak lagi menampung kerapian makna Lembaran demi lembaran terisi putih hitam mengelok, membelok, dan mengering
Baca puisi selengkapnya…

 

Tiada Janji – oleh Ria Fajri

Tak terduga sekian waktudi sempatkan untuk bersua Hari di nanti menjadi tertangkap Aku terpana menyambut titik pancaran Dua warna yang bergandingan Putih kemilau di samping hitam Gelora hati kian membara bak pasukan menang perang
Baca puisi selengkapnya…

 

Bola Mata – oleh Ria Fajri

Bulat putih hitam yang bergandingan Dua wana yang mengatur pancaran Terkadang redup tak hanya padam Membelalak seakan memberi sebuah pesan Mataku matamu dan mata itu… Membelut pikiran yang tertuju pada pancaran Sambut menyambut didalam diri hingga gerakan salah mengarah
Baca puisi selengkapnya…