Cerita Bersama Bayangan – oleh Reza Fahlevi

Tak perlu ditangisi, walau terasa sakit di hati bahkan tanah tak pernah mengeluh di saat semua orang menginjakinya Ia berdiri dan menatap dalam tak harus peduli dan tak seharusnya maka berjalan dalam sepi meninggalkan semuanya bukan untuk membenci, tapi untuk mencoba Ia tak pernah melepas mawar itu yang membuat rasa takut kian mendalam tapi tak […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Era Modern? – oleh Reza Fahlevi

Jika ku mau, Aku bisa berjalan Tanpa kedua kakiku Dan akan ku jelajahi dunia Kemudian aku memundurkan hitungan detik Agar kembali ke masa lalu Menepati janji-janjiku Menebus dosa-dosaku Jika ku mau, Takkan ku biarkan matahari tenggelam Dan ku paksakan bulan untuk bersinar di siang hari Agar dunia tahu Jika mereka saling berteman Aku juga bisa […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kursi Merah – oleh Reza Fahlevi

Malam terlihat sunyi dari tatapan mata Kemunafikan yang berlangsung ribuan tahun begitu nyata Izinkan negeri ini untuk bercerita Yang sedang duduk bersama kursi merahnya Malam yang layaknya siang Di sana para iblis siap berpesta Dan pelacur-pelacur yang datang Di waktu tepat untuk menggoda Berdansa bersama para pendosa Hebat… semua bergoncang, semuan bergoyang, semua riang Tapi […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tanda Tanya – oleh Reza Fahlevi

Suaranya tajam ia menusuk jantungmu tapi tidak berdarah dan kau terlihat tidak terluka Menjerit tanpa suara tertawa dengan air mata tersenyum tanpa ada makna kenapa, kau begitu tangguh? Mereka datang dan kemudian pergi tanpa sedikitpun meninggalkan jejak tanpa menjulurkan tangan kenapa, kau begitu tangguh? Orang-orang berjalan tanpa menyapa melewati berbagai rintangan yang ada walau di […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Setangkai Mawar Hitam – oleh Reza Fahlevi

Seperti sebatang mawar hitam Melihat dengan berlinang air mata Setangkai mawar hitam Yang membuat hari terasa seperti menangis Dan aku menangis di sini Saat aku kembali mengingat kejadian tragis yang menimpa kita Saat aku membuat kesalahan bodoh yang membuatmu pergi Dan sekarang aku tidak bisa memaafkan diriku walau kau tetap tersenyum saat itu Aku tidak […]
Baca puisi selengkapnya…