Rindu yang terlarang – oleh Restiani Astuti

Jauh melangkah, kaki ini Berpijak. Ada keyakinan dalam hati untuk terus melangkah, menuju yang tak pasti. namun setengah hati bimbang dan berteriak keras untuk berhenti. hembusan angin menerpa wajahku, tak ku hiraukan. seiring langkah kaki, maka bertambah kejamlah angin mengeluarkan kekuatanya untuk menarikku. aku lelah, aku terjatuh, teguran angin seolah menyadarkanku akan rindu yang terlarang […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Senandung rindu – oleh Restiani Astuti

Rinduku padamu sederhana, Tidak mampu diucap oleh kata, Namun selalu terasa setiap waktunya. Sulit sekali ingi membayangkanmu, Lantaran terhalang oleh benteng takutku akan dosa. Setiap kali setiap detik, rindu itu datang menyiksa. Seolah tak peduli dirinya telah membunuhku. Aku manusia biasa, yang selalu terlena kala Allah menitikkan rasa suka. Namun rasa itu kutaruh dalam dalam, […]
Baca puisi selengkapnya…