Stigma Yang Kalian Ciptakan – oleh Rahimatus Sania

Aku terpenjara atas pandangan dari orang lain Ku mohon berhenti menatap ku dengan tatapan begitu Mari berkenalan jika diperlukan Mari saling berbincang jika kau masih ingin menilai ku Mari kita keluar sesekali dan bermain untuk menghindari kesalah pahaman Kamu tak bisa melihat ku Karena itu hanya tutup mulut mu Dan keluarkan aku dari stigma ini […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Menunggu berakhir – oleh Rahimatus Sania

Aku tak menangis saat ditinggalkan Terjatuh dalam sayap yang penuh luka Dan berlumur darah bersamanya Kenapa harus tertawa saat akhirnya sama sekali tak indah ? Menatap masa depan suram yang hanya merusak oksigen di sekitarnya Semangat hanya memusnahkan mu Buang saja tatapan kosong itu dalam ketidak inginan mu meniti hari esok Atau tutup telinga mu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Mimpi Indah ? – oleh Rahimatus Sania

Melupakan adalah salah satu keharusan Dia tak ingin terluka karena itu tidak memulai Gadis ini sudah terlalu lama delusional hingga terlalu malu untuk menanyakan waktu dimana ia berpijak Meninggalkan begitu banyak kejadian dengan berendam dalam mimpi lunastic nya Dia tak peduli ? karena yang ia perlukan hanya bermimpi lebih banyak untuk apa menghadapi kenyataan yang […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Aku Adalah Kebohongan – oleh Rahimatus Sania

dalam masa yang tak ada aku mendengar tangisan seseorang Ia meneriakan kebohongan yang ku tahu dengan jelas langit mulai mencair, membeku kemudian terulur bukankah Aku hanya harus mengakui kebohongan ini ? tapi kenapa Aku malah berlari dan berpura – pura tidak mengetahui ? Kamu yang menangis menarik dan merengkuh ku kedalam bayangan yang ku takutkan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Aku Ingin Sirna – oleh Rahimatus Sania

Ku coba menutup mata atas segala kemungkinan mendengarkan ratusan suara yang berkecamuk bukan tentang aku Aku tak penting Aku tak berharga Aku tak dibutuhkan Segala atas kekurangan ku karena itu aku berusaha sekeras mungkin hingga jatuh menghilang menunduk dalam asa ku yang tersakiti terpaut atas masa yang menyakiti Aku terjebak didalamnya atas paradox yang kau […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Jangan Diam – oleh Rahimatus Sania

Dalam penantian tak berujung aku berusaha nenemukan mu menjauhkan mu dari rengkuhan rasa bersalah dan menarik mumenjauh dari kubangan dosa tidakah sudah kamu terlalu lama berusaha melupakan semua ? berhenti merenung dan mari mulai bermain menciptakan kenangan yang bukan kebohongan mari bangkit dan katakan kalau tidak apa – apa mari berlari dan memulai semuanya dengan […]
Baca puisi selengkapnya…