Senandung Hidupku – oleh Putri Triana Oktafia

Hidup ini tak selamanya maju.. Kadang berliku-liku, berkelok-kelok bagaikan alur pramuka, Kadang manis semanis madu, pahit sepahit empedu.. Hidup ini…. Dipenuhi dengan seribu tanya, tak ada yang bisa menjawabnya.. kadang kala rasa jiwa terselimuti rasa kasih sayang tiada tara, tiada tara berarti teranggap berada, tiada tara berarti dikelilingi para malaikat surga.. Tetapi, disaat disaat keterpurukan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kamu – oleh Putri Triana Oktafia

Hanya kamu yang mau mendengar kisahku, hanya kamu yang mau mengerti aku, hanya kamu yang bisa membuatku tersenyum, hanya kamu yang selalu menasehati aku, hanya kamu yang tulus menyayangku.. be, aku sayang kamu inginku menggenggam tanganmu inginku memeluk erat tubuhku… Aku tak ingin kehilanganmu. tapi kamu hanyalah cinta semuku, mustahil jika kau jadi milikku. hanya […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Dalam Luka’ku Masih Setia – oleh Putri Triana Oktafia

Seiring berjalannya waktu kau tlah berubah, berubah menjauh dariku, berubah tak lagi menyayangku… ku kira hanyalah lelucon biasa, sekedar iseng belaka.. ternyata dugaanku salah, nol besar harapanku sirna saat dia memutuskan pergi dari sisi hidupku… hati ini penuh sejuta tanya, mengapa kau begitu tega?? mana janji-janji mu? cukup sudah sejuta tanya terbalaskan, dia lebih memilih […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Asaku hanyalah Semu – oleh Putri Triana Oktafia

Terkesima didalam batinku saat aku melihatmu, saat aku jatuh hati padamu. Langkah-langkahku mengarungi jejakmu,mata binarku tak berkutik dan berpaling melihat wajah rupawanmu. Seakan-akan dunia ini terlukis wajah indahmu, rasa dingin hawa ini menjadi hangat saat didekatmu. Rasa risau ini menjadi gentar karnamu,latar gelap ini seakan-akan menjadi terang benderang saat bersamamu. Semua beban dalam hidupku menjadi […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Hukum Cinta – oleh Putri Triana Oktafia

Tak usah menyebut pasal ‘cinta’ , jika tidak benar-benar mengambil kisah. tak usah berbicara tentang ‘perasaan’, jika ia tak berada dihati… tak usah menunjuk ke dada, jika hanya melukai hati, tak usah menyebut ‘cinta sejati’, jika ada hati untuk berpisah… tak usah memandang mata, jika berbohong. tak usah mengatakan hy, jika kelak akan mengucap bye… […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Derita putra putri ibu pertiwi – oleh Putri Triana Oktafia

hari demi hari tlah terlewati bersama isak tangis dan pertumpahan darah tak berdosa.. Surga senda tawa kini tlah berubah menjadi lautan pula sara.. Perdamaian kini tlah berubah menjadi permusuhan.. dan kekayaan nusa bangsa kini tlah diterjang ombak habis-habisan . Belum cukup semua derita ini, putra putri bangsa gugur ditangan para iblis negara.. gugur terbantai,tertembak dan […]
Baca puisi selengkapnya…