Maaf, kami lelah… – oleh Putri Nur Azizah

Pucuk Sudah tidak lagi menghijau Untuk apa dipaksakan kembali hijau ? Tetaplah menguning lalu terjatuh lemah Robek diterpa angin Itulah daun yang sudah lelah menjadi hijau Nama kami baik “ Seorang Pelajar “ Untuk belajar dan mengabdi pada Negara Rajin, aktif, dan cerdas seperti kurikulum buatanmu Apakah kami sekuat dan sesempurna itu, Pak Menteri ? […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Untaian Doa di Langit – oleh Putri Nur Azizah

Ya Allah.. Meski mata ini telah berusaha Meski Telinga ini telah berusaha Meski bibir ini telah berusaha Untuk melihat.. Untum Mendengar.. Dan berbicara.. Namun dapatkah hamba menjaganya Dari setan yang berlalu lalang tak terlihat Dari nafsu yang selalu menggoda Seakan melambai, membujuk Ku untai doa ke langit Ku tiup dengan perlahan Berharap Kau mendengar Lalu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Angin Pencari – oleh Putri Nur Azizah

Langkah ini terhenti tuk melaju Tak tau apa yang dipandang Sebersit celah terbuka kembali Membuka lembaran cokelat berdebu Ketika tangan mungil kami Dengan eratnya saling menjaga Ketika lumpur dingin Dengan riangnya kami mainkan Ketika sepeda roda empat itu Dengan riangnya kami menaikinya lalu terjatuh
Baca puisi selengkapnya…