Seandainya – oleh Puput Putri Dewi Lestari

Sore itu, Sore yang terang itu. Sejenak menjadi kelabu. Kala ku dengar berita kehilangan. Kehilangan ayah tercinta. Inikah rasanya kehilangan? Baru pertama aku rasakan. Ternyata begitu memilukan. Ayah,tiga hari kemarin itu kita masih berbicara. Kau masih ucapkan kalimat nasihat untukku. Aku masih sempat mencium tangan lemah mu ayah. Aku masih sempat memeluk tubuh renta mu […]
Baca puisi selengkapnya…