Satu Kata dalam Satu Rasa – oleh Prina Yelly

satu kata menyatukan rasa kita satu masa menyatukan jiwa kita ah.. kau kata kita beda ah.. kau kata kita beda budaya ah.. kau kata kita beda bahasa ah.. kau lupa kita satu rasa ah.. kau lupa kita satu tujuan ini bangsa kita.. ini bahasa kita.. ah tujuan kita sama .. ah tujuan kita merdeka.. kita […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Keteguhan Seorang Istri – oleh Prina Yelly

apa kau tau.. apa kau paham.. pahamilah kata perempuan.. perempuan.. perempuan.. perempuan..perempuan perempuan sebagai ibu, ibu, ibumu itu surgamu perempuan sebagai anak perempuan ibu, ibu, ibumu adik perempuanmu perempuan adik perempuanmu perempuan sebagai istrimu. bukan sebagai istri, istri, istrimu.. perempuan itu hanya istrimu.. dia perempuan yang kau sebut istri dia perempuan yang kau sebut istri […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Indah Pada Waktunya – oleh Prina Yelly

Tujuh masa.. Tujuh samudra.. aku akan coba mengatakan.. beribu-ribu kali.. akan ada suatu masa di mana akan tiba saat… saat yang indah pada waktunya.. bersyukurlah.. bersujudlah.. Jangan Lemah Pada zaman.. Jangan Lemah pada waktu.. kepercayaan.. Keteguhan.. itu milik istri sholehamu.. tinggal bagaimana engkau membentuk… tinggal bagaimana engkau menjaga.. itu bidadarimu… itulah bidadari syurgamu Indah Pada […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tersimpan dalam Diam – oleh Prina Yelly

Diam adalah kunci Diam bukan berarti tak peduli Diam… diam… diam dalam sunyi ketika bumi bergetar… semua berhamburan… takut… takut.. takut… takut… takut takut.. rasa.. semua hanya rasa… rasa tersimpan dalam diam Tersimpan dalam Diam – oleh Prina Yelly Binjai
Baca puisi selengkapnya…

 

Rinduku di atas lukaku – oleh Prina Yelly

mana di mana aku kini masa di mana kau kini masa aku menjerit karna rindu aku rindu… aku luka…. kini rinduku di atas lukaku oh masa… oh luka… kini patahlah hatiku… jika ada suatu masa ingin kuhapus rindu dan kubasuh lukaku oh masa.. oh masa.. kini masaku lenyap sudah kini masaku pupus sudah.. ah tak […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Pesan Untuk Suami – oleh Prina Yelly

Mataku, matamu, dan mata hati kita.. Mataku melihat mata hatimu Mataku melihat keindahan dalam mata hati cintamu jika dulu ada kisah roman Romeo dan Julie dengan kisah cinta dunianya aku ingin mengukir kisah cinta kita seperti habibi dan habibah cintaku menginginkan bidadari di surgamu cintaku menginginkan wewangian di surgamu cintaku menginginkan kemuliaan di duniamu ini […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Hujan dan kepedihan – oleh Prina Yelly

Hujan menyelimuti malam membuatku merintih dalam kepedihan… dalam selimut lusuhku masih saja berharap, harap yang tak pernah sampai… ada luka ada duka ini kisahku kisah pahitku dalam mengenal rasa kini asaku hancur bagai debu yang berterbangan kini patahlah hatiku dalam sebuah penantian.. harap lenyap.. ingin pupus.. dalam masa dan waktu jika semua kembali… semua mungkin […]
Baca puisi selengkapnya…