Kepada hati terindah – oleh Pipin Jeli Warpina

Kepada awan, terbang hilir mudik di atas sana Tersalam tanpa jabat jiwa yang merindu assalamu ‘alaikum… wahai hati terindah Di seberang dermaga tua itu daku mengalun Dengan senyum rasa ini ku kirim, lewat suara azan yang mengiring Tersamar senja sore pada ufuk barat Dalam guratan jingga memudar malam assalamu ‘alaikum…. Raga yang terpaut tempat dan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Bukankah kita saudara – oleh Pipin Jeli Warpina

Kita hidup dari hamparan tanah yang sama Di bawah birunya langit Khatulistiwa Tapi mengapa kita terlihat sangat berbeda Terpisahkan oleh tahta dan harta Bukankah kita saudara ? Entah mengapa semua enggan untuk saling menyapa Bahkan kini seakan menutup mata, melihat kami yang terluka Terpuruk dalam hidup tak tentu arah Kami menangis pilu disini, kalian tertawa […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Belenggu malam – oleh Pipin Jeli Warpina

Kini aku tersesat Gelap … Hanya gelap dan rerimbuan yang terlihat Dimana purnama berada ? Pekat ini menyelimuti jemari yang terus meraba Dimana dia? Kemana arahnya? Kini aku tersesat Gelap gelap … Sepi ini membelenggu ku Hitamnya, kelamnya, merengkuh kuat takdir malam Jangkrik pun tak lagi berkutik teredam hujan rintik-rintik Aku butuh engkau Tuk temani […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Singgasana sunyi – oleh Pipin Jeli Warpina

Aku mengembara dalam sunyi Menapaki setiap jengkal jalan ini Sungai,gunung,danau,laut hingga pantai pun sudah aku lewati Namun … Tak ku temukan jua satu hati Dimanakah kau sembunyi, wahai sang sejati Telah lama ku menjelajahi selalu berakhir dengan sepi Bulan yang menghias langit tua Telah mengubah gerhana menjadi purnama Tapi aku masih disini, disisi singgasana sunyi […]
Baca puisi selengkapnya…