Wanita dan sampan – oleh Pamungkas christ

Wanita itu masih berdiri,sesekali menunduk, dulu kulihat ia merintih, kira kira dua malam lalu, wanita itu masih begitu , selalu memegang dua topeng kepura puraan. Wanita itu masih begitu, tak merasa lagi perih garam diatas luka nya, wanita itu memilih untuk tersenyum, tapi setengah muka nya termenung., mengapa aku berdiri di sisi laut dengan sampan […]
Baca puisi selengkapnya…