Parafrasa Dalam Sebuah Fragmen – oleh Olga Koswanurfan Dianka

Aku melihat pelangi melengkung di bibirmu, merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, pun halnya ungu seolah berbaris merangkai sebentuk senyuman lugu. Seulas senyum yang teramat rawan, menyita perhatian tetapi juga memantik kehati-hatian. Pendar memancar begitu tajam, sungguh mematikan, melampaui setapak kelokan terjal yang menyisir gigir pegunungan. Aku mendengar alunan tembang seorang ibu yang tengah menimang […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Violet – oleh Olga Koswanurfan Dianka

Pergi! Wujudkan seperti apa yang engkau cari, jika suatu hari pikiranmu menginginkan semua terulang kembali, coba tolehkan kedua mata tepat ke salah satu sisi bumi yang telah mengajarkanmu tentang arti terlindungi, sebab di sana aku masih tegar berdiri, satu tumpuan yang serupa seperti pertama kali kisah ini bersemi, saat kita saling menanti, memberi, juga melapangkan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Setidaknya – oleh Olga Koswanurfan Dianka

Setidaknya pesan-pesan tulusku pernah membahana ke udara, meski gendang telingamu menangkapnya hanya sebagai gema samar di ruang hampa. Setidaknya jerih-payahku pernah terlihat berharga, namun kini gulir sang waktu telah membuktikan, bila segalanya harus berakhir sia-sia. Setidaknya tak sekalipun hatiku berkata tidak, walau engkau selalu membubuhkan kata itu, pada awal, serta akhir kisah kita. Setidaknya – […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Teruntuk Malam Ini – oleh Olga Koswanurfan Dianka

Pejamkan kedua mata malam ini, lepaskan keluh-kesah yang berlarut-larut mengusik relung hati. Lelapkan peristirahatan dalam naungan Sang Ilahi, biarkan aku membangunkanmu pagi nanti, sehangat matahari mengusap ramah seisi bumi. Resapi makna tumpahan cat warni-warni kehidupan di kanvas mimpi, yang pernah tersapu kuas, dan terbingkai sebagai kebahagiaan, kepedihan, serta penyesalan abadi, ataupun guratan-guratan samar yang kelak […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Pesanku Malam Ini – oleh Olga Koswanurfan Dianka

Pejamkan kedua mata malam ini, lepaskan keluh-kesah yang berlarut-larut mengusik relung hati, lelapkan peristirahatan dalam naungan Sang Ilahi, biarkan aku membangunkanmu pagi nanti, sehangat matahari mengusap halus seisi bumi. Resapi makna tumpahan cat warna-warni kehidupan di kanvas mimpi, yang pernah tersapu kuas, dan terbingkai sebagai kebahagiaan, kepedihan, serta penyesalan abadi, ataupun guratan-guratan samar yang kelak […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Pejamkan Kedua Mata Malam Ini – oleh Olga Koswanurfan Dianka

Pejamkan kedua mata malam ini, lepaskan keluh-kesah yang berlarut-larut mengusik relung hati, lelapkan peristirahatan dalam naungan Sang Ilahi, biarkan aku membangunkanmu pagi nanti, sehangat matahari mengusap halus seisi bumi. Resapi makna tumpahan cat warna-warni kehidupan di kanvas mimpi, yang pernah tersapu kuas, dan terbingkai sebagai kebahagiaan, kepedihan, serta penyesalan abadi, ataupun guratan-guratan samar yang kelak […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Ode Penebusan – oleh Olga Koswanurfan Dianka

Tatkala dunia terlena dalam buaian, memejamkan kedua mata, tergeligir keacuhan, dan tergerogoti amnesia, tentang makna mengajarkan cara menata kehidupan, tanpa mengharapkan seperak pun imbalan. Dirimu hadir laksana kerlipan cahaya bintang yang menghiasi kegelapan malam, selepas senja terpejam, menanggalkan belenggu keletihan. Setangkai petuah, serta amanat yang kau tanamkan, terdengar syahdu bagai dendangan selantun lagu, mengiringi tarian […]
Baca puisi selengkapnya…