Kata yang belum terucap – oleh Nurul Husni Setiani

Pernah dikehampaan cahaya aku terjebak.. Terjerembab dalam gelap yang amat pekat.. Tak sadar akan apa yang terjadi Namun ku tahu bahwa aku sedang jatuh Sedikit demi sedikit mulai kehilangan memory itu. Ingatan tentang indahnya cinta di masalalu.. Ingin kulambaikan tangan tapi tak ada yang memahami Aku sedikit sadar, aahh aku ini kan sedang bermain dalam […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Andai aku punya sayap – oleh Nurul Husni Setiani

Tiba saatnya aku di persimpangan jalan. Dimana keadaan memaksaku untuk memilih, kemana aku harus melangkah, membawa segenap hati yang pernah terluka.. Membawa diri yang tak lebih dari apa yang aku punya, dan membawa harapan yang mengendap sejak lama.. Lama aku terdiam, lama aku mematung disana, ahh.. Mengapa pilihan ini sangat sulit Tuhan? Telah dewasakah aku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Stay with you – oleh Nurul Husni Setiani

Tuhan.. Apakah aku salah bila aku tetap bersamanya? Apa aku salah bila aku memilih untuk bertahan didalam luka ini? Apakah aku keterlaluan Tuhan? Apakah aku teramat mencintainya sehingga lupa mencintai diriku sendiri? Ohhh.. aku sadar aku salah.. Namun bagaimana lagi, Engkau sendiri yang menumbuhkan rasa ini dihatiku.. Aku terlalu perasa, aku terlalu lemah oleh cinta.. […]
Baca puisi selengkapnya…