Di Atas Senja – oleh Nursita

Wajah semu yang terlihat samar Ku pandang tak henti ku bertanya Suara ilusi yang terdengar lirih Ku rasa seperti aku mengaguminya Meski tak ku ketahui cerita tentangnya Aku bisa merasakan kehadirannya Ku ukir segala yang kurasa melalui pena Sebuah sketsa tuk mengenalnya Aku menemukanya di dalam senja Bayangan dirinya seolah berucap salam mesra Aku menunggunya […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Risalah hati – oleh Nursita

Begitu membingungkn hidup ini Begitu membosankan hati ini Yang dirasa dan di cinta, pergi Yang di buang dan dilupakan, ada disini Bagaimana bisa aku lewati Kebohongan apa yang ku alami Dimana letak ketulusan yang dicari cari Kemana aku harus melabuhkan diri Perdebatan ini tentang hati Bukan bimbang yang menguji Tapi kegelisahan yang ku takuti Menjadi […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Melawan rindu – oleh Nursita

Pernah kah kau lihat? Pohon yg gugur daunnya, Meski tak meninggalkan bekas Tapi ia memberikan hampa Pernah kah merasa? Hujan turun begitu deras Membawa dingin dan hening Tapi ia tak memberi duka Seperti aku, Berhalusinasi dalam diamku, Mencoba menghapus segala kecewaku Mencoba meredam rasa dalam diriku Tentang dedaun yang jatuh dari pohon Namun ia masih […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Impian Semu – oleh Nursita

Aku melangkah untuk mencari Setitik cahaya dalam ilusi Dengan sebuah pena ku tulis mimpi Ku rangkai dalam bingkai hati Aku berguru pada waktu berjalan seiring gelisah yang mengujiku dalam hal yang semu Aku mengadu segala ingin dan harapku Impian yang semu Aku menuliskan semua tentangku Sang waktu, aku menunggu atas jawabmu Jika tidak semua miliku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sendu merindu – oleh Nursita

kala mendung terus saja merayu senja dan kala itu angin pun menggoda mentari yang perlahan tenggelam saat itu pula senja mulai dilalap malam mendung akankah sama dengan malam? menjadikan cerah berubah kusam dan lagi hati ini selalu menyendiri saat gelap mulai berkawan dengan sepi menerawang hingga ke awan, yang tak ku lihat bintang maupun bulan […]
Baca puisi selengkapnya…