Sendu merindu – oleh Nursita

kala mendung terus saja merayu senja dan kala itu angin pun menggoda mentari yang perlahan tenggelam saat itu pula senja mulai dilalap malam mendung akankah sama dengan malam? menjadikan cerah berubah kusam dan lagi hati ini selalu menyendiri saat gelap mulai berkawan dengan sepi menerawang hingga ke awan, yang tak ku lihat bintang maupun bulan […]
Baca puisi selengkapnya…