Remang Dikenang – oleh Nurkhaliq Barir Rahman

Kali ini entah siapa yang menyapa Doa doa jauh telah mengoyak nadi disepoi angin Bertamasya di sekililing alam raya Aku terbangun sebab ayam berkongkok Atau rangting jatuh taba diterpa musim Kali ini kopi di jazirah yang kau dulu duduki Entah dipangkuhan mana ada bekas Hingga air mata tak mampu ku kemas Biarlah ombak membawa pada […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Jam Usia – oleh Nurkhaliq Barir Rahman

Sebelum lahir aku tidak tahu apa lebih para dari hewan melata sebab aku tidak mempunyai rupa namun segalanya berubah suara suara dari mulut entah siapa berseru manusia akhirnya aku manusia saat itulah aku mengenal kata saat itulah aku belajar makna saat itulah aku gemar menerjemah entah apa bahagia tanpa umpama telah ku tabiatkan mantra rasa […]
Baca puisi selengkapnya…