Maafkan, Ku Harus Tinggalkanmu – oleh Nurika Duwi Oktaviani

Rintik hujan temani ku petang ini Sayup-sayup terdengar lantunan pembacaan ayat suci al-Quran di balik bilik Anganku melayang tertuju pada wajah indahmu Sungguh, saat ini aku merindukanmu Namun, sepintas wajah seseorang yang polos teduh menghampiri Menumbuk rasa bersalah dalam jiwa semakin terpatri Menghamburkan puing-puing bayang mu dalam diri Ah, sudahlah, terkadang aku merasa lelah dengan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Dilema – oleh Nurika Duwi Oktaviani

Kala senja menyapa dunia Aku terpaku terdiam memandang sudut mega Tenggelamkan diri dalam indahnya suasana Mengelola hati yang gelisah tak kunjung reda Dilema, Entah apa yang sedang ku rasa Terbayang mimik wajah seorang wanita Teman berkelana yang menangis karena asa Di sudut panji-panji cinta Cinta, Ternyata perkara cinta membuat kita harus berdusta Pandangan mata yang […]
Baca puisi selengkapnya…