Tak saling mengenal – oleh Novia Presilvania

Kita tak saling mengenal Tak juga saling melihat Kau datang hanya sekedar lewat Tak ada sedikitpun rasa yang janggal berawal dari sekedar curahan hati dan untuk sekedar melepas penat aku tak ragu untuk bercerita semakin lama rasa janggal itu ada semakin lama semakin melekat hingga banyak yang tersisih aku semakin sadar rasa ini tak baik […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tak tersampaikan – oleh Novia Presilvania

Rindu, hanya melalui do’a Ingin melihatmu, melalui ingatan Ingin bertemu, melalui mimpi Ingin menyapa, melalui tulisan Ingin memandangmu, melalui angan… Itu yang bisa aku lakukan Untuk melepas rindu yang mendalam Untuk mu yang meninggalkanku Tanpa alasan, Aku baik-baik saja disini Jangan khawatir dengan masa lalumu Dia tak akan kembali kecuali kau yang meminta Dia tidak […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Do’a untukmu – oleh Novia Presilvania

Tak bisa banyak yang ku beri Hanya do’a mengiringi Yang aku ucapkan disetiap pagi Tanpa bintang, disaksikan sang mentari Khawatir bila rasa ini telah memuncak Menuju arah yang tidak baik Selalu jagalah amanah ini Titipan sang Illahi Tak ku sangka, kita melangkah sejauh ini Sampai pada akhirnya kedua raga saling bersanding Tapi aku tak ingin […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kau pun tak tahu – oleh Novia Presilvania

Kau pun tak tahu Sampai kulit ini menua Rambut pun beruban Aku tak dapat menyembunyikan Harumnya kayu cendana Tak ada seorang pun Yang dapat menghentikan hujan Pada angin berhembus kencang Tak ada yang tau Darimana angin berasal Bahkan kamu pun tak tau Mengapa aku masih bertahan Yang kamu tau dan ingat Aku tak seistimewa dia […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Hari kian bergulir – oleh Novia Presilvania

Hari kian bergulir Semakin dekat dirimu dihatiku Meskipun tak terucapkan Ku merasakan dalamnya cintamu Jangan berhenti, tetaplah seperti ini Meski mentari berhenti bersinar Jangan beruba sedikitpun Di dalam cintamu Ku temukan bahagia Jalan mungkin berliku Tak kan lelah bila disampingmu Semakin ku mengenalmu Semakin jelas terlihat Pintu masa depan Ku lihat disinar matamu Tersimpan kekayaan […]
Baca puisi selengkapnya…