Hasrat dan Ambisi – oleh Nikmatullah Kamsi

HASRAT DAN AMBISI Sekarang ini banyak orang asal ngomong Tegakkan keadilan ………………. Tapi sampai dimana keadilan itu Tegakkan disiplin ……………….. Tapi ruangan masih kosong Jangan mementingkan diri sendiri dan golongan Tapi sampai dimana ocehan itu Perlombaan semakin menjadi-jadi Rakyat dijadikan boneka keserakahan Yang penting tercapai hasrat dan ambisi
Baca puisi selengkapnya…

 

Jurang Yang Dalam – oleh Nikmatullah Kamsi

Gemetar hati ini mendengar keputusanmu Kau campakkan aku kelembah penderitaan Berbagai cara kau lakukan untuk sebuah perpisahan Yang aku tak pernah membayangkannya Kau terlalu egois Kau menutupi segala kesalahanmu Memang aku mengerti semuanya Karena diantara kita ada jurang yang dalam Yang tak pernah dapat kita telusuri Dalam tubuh ini ada jiwa Didalam jiwa terdapat perasaan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Semoga Tuhan Mempertemukan Kita – oleh Nikmatullah Kamsi

Adakah kau yang jauh disana masih mengingatku Adakah kau yang jauh disana masih menyayangiku Itulah tanya hatiku yang paling dalam Aku hanya bisa menatap langit-langit putih dan iringan rintikan hujan yang turun menyertai tangisku Tangisan rindu yang tak berjarak Disini hati tak pernah kosong untuk mengingatmu Walaupun ajal ini datang menjemput, kau tetap kubawa di […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Suara Anak Bangsa – oleh Nikmatullah Kamsi

Selamat pagi terdengar ramah Selamat pagi kembali terdengar gundah gulanah Do’a bersama terdengar menyejukkan hati Dari orang-orang yang mengharapkan kasih sayang Kau buka materimu dengan menyuruh membuka halaman demi halaman memang itulah gayamu Terdengar teriakan yang menyesakkan dada Diam ……….! Seluruh ruangan sunyi pekat Kadang terdengar tarikan napas ketakutan Kerjakan ……….!
Baca puisi selengkapnya…

 

OH MAMA – oleh Nikmatullah Kamsi

Tertatih-tatih berjalan untuk menggapai tujuan Tempat peristirahatan, merasakan perubahan udara Terbaring tak terhitung waktu Begitulah keadaanmu saat ini Ketika kupandang wajahmu wahai mamaku Teriris duka yang mendalam dihatiku Anakmu yang kini telah dewasa Tak mampu membalas segala pengorbananmu
Baca puisi selengkapnya…