Dirimu Dalam Detikku – oleh Nia Rahmanti

Bagai mentari yang selalu menyinari Drimu selalu ku damba dalam bergantinya hari Melintasi detikku dengan kehangatanmu Penuh kata cinta yang menderu Sapulah mata ini dengan tatapanmu Agar kau tau betapa aku inginkan pelukmu Teteskanlah secerca pena penuh warna Agar dunia mengerti arti kebersamaan kita Yang takkan terganti walau rotasi terhenti Takkan terpisah walau rembulan terbelah […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tanpa Kepastian – oleh Nia Rahmanti

Hanya dengan sentuhan diujung jemari ini kau kaburkan pandanganku Hingga aku tak lagi dapat melihat cinta selainmu Aku tak mengetahui keistimewaan yang hadir Yang ku sadari hanya namamu yang slalu terfikir Cintai aku dalam kenyataan bukan khayalan Agar kita slalu bahagia dan berdampingan Setiap memandangmu tak pernah aku melihat sedikitpun kekurangan Di rona merah pipimu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Takkan Ada Lagi – oleh Nia Rahmanti

Aku merindukan genggaman itu Yang menguatkan saat diri tak lagi mampu Membawa keteduhan dalam pikiran yang sedu Mendatangkan rasa yakin kala hati dilanda ragu Rasa cinta ini hanya dapat aku simpan Hanya dengan setetes pena aku torehkan Dengan selembar kertas aku ceritakan Tak perlu lagi mulut ini mengungkapkan Harapan bersamamu kini tlah sirna Kenangan dan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Bahagia Bersama Kecewa – oleh Nia Rahmanti

Senyuman itu akan slalu ku kenang Walau tak dapat ku miliki hanya dapat ku pandang Sayup-sayup terdengar suaramu Yang menggema direlung kalbu Dikau hilangkan sedu dengan kebahagiaan Bersama langkahmu ku temukan ketegaran Meski begitu, secepatnya kau harus ku tinggalkan Beriringan dengan hati yang penuh luka dan kekecewaan Tlah ku ketahui dirinya yang mampu mendapatkan cintamu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kini Aku Telah Kehilangan – oleh Nia Rahmanti

Mungkin aku tak berhak hadir dalam bahagiamu Hanya mampu memandang sukmamu dengan semu Bukan hanya keindahan yang membuat aku merindu Namun juga senyuman indah yang membuat diri terpaku Kini segala keindahan tlah menjadi kenangan Bukan maksud hati untuk meninggalkan Namun semua tlah terjawab oleh keadaan Yang mengharuskanku termenung dalam kehampaan Senyuman itu tak dapat ku […]
Baca puisi selengkapnya…