Kau, Aku dan Dia – oleh Nayya Fii

Ronamu memadam terhunus sepi Sebab, budiku terkulai; mematik api Membubuhkan setitik alienasi Memetamorfosa cinta yang kau realisasi. Setangkai maafku kau tumbuhkan Menjelma tirai senyuman Memapah cinta dalam badai kecewa Kutahu, lakuku menghujammu dengan luka. Namun, apalah mau dikata? Cinta ialah anugerah Sang Maha Kuasa Meski dia datang saat kau telah ada Haruskah kupilih seorang di […]
Baca puisi selengkapnya…