Kesempatan Kedua – oleh Najwa Futhana R

Salahku, Keegoisanku. Aku tahu, Akan terajut kembali asmaraku, Antara kamu dan aku. Cinta, Hal yang paling ajaib yang kurasa. Sesungguhnya, Kamu adalah yang pertama. Dihatiku untuk yang kucinta. Tapi semenjak aku memutus benang itu, Benang merah di antara kita, Aku tahu, Kamu kecewa. Maaf, ucapku. Aku tahu itu terlambat. Kesempatan kedua dariku. Mungkin bagimu tak […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Simpanan Kalbu – oleh Najwa Futhana R

Dan dalam sunyiku, Dimana ku tak dapat lagi merengkuh Sungai mengalir deras bagai not lagu Sudah hentikan katakan “aduh” Merah, kuning, kelabu Dimana kusimpan dalam kalbu Bukan kaldu, Hanya sebatas rindu Kucoba bergerilya Untuk apa? Ah, percuma Sadarlah tqpi itu memang iya Dimana kusimpan dalam kalbu Hanya sebatas rindu Kurindu akan senyummu Silakan hadir dalam […]
Baca puisi selengkapnya…