Rahasia Senja – oleh Murni Oktarina

Kemarin kulihat senja ada di matamu Tapi kini kaupejamkan matamu erat Kaukunci senja di sana; terkurung sendu Hari ini tak kutemukan senja di matamu Padahal matamu tak lagi terpejam erat Katamu senja telahpergi; bersama rindu Namun senja tak pernah berniat pergi Dia selalu ada di sana, menatapmu dari kejauhan Memastikanmu bahagiabersamaku di sini Senja tak […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Lapisan Debu Wajah Budaya Pendidikan Negeriku – oleh Murni Oktarina

Wajah budaya pendidikan terang dahulu Peradaban tinggi beralit yang lalu Dikelilingi Sekar Padma indah beradu Namun kini muncul stigma bagai benalu Ini Negeri Merah Putih dengan budayanya Revolusi peradaban mengikis lama-lama Wajah yang ditutupi kelir sepenuhnya Dari dalam basah berkeringat; berbeda Wajah budaya pendidikan yang berdebu Melahirkan industri kepentingan satu satu Budaya bermalapraktik merenggut ruh […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Untukmu, Sumber dari segala inspirasiku – oleh Murni Oktarina

Mentari pagiku…. Gerimis baru saja mengukir basah di tanah Lalu sinarmu mengeringkan tanah nan resah Hingga tumbuh akar-akar yang tak mudah patah Senja jinggaku…. Pada langit kusenandungkan nada kerinduan Untukmu yang menemaniku dalam roda impian Dipermainkan sang waktu dengan segala keterbatasan Bintang malamku…. Aku masih menatap langit dengan mata terpejam Mengurai rumus-rumus sepi pada lembaran […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tentang Sebuah Perasaan – oleh Murni Oktarina

Telah kugenggam waktu kala itu Yang setiap rindu kulipat jadi satu Karena hanya ada untukmu selalu Bahkan saat dirimu mulai berlalu Kau tahu, betapa sulitnya jadi diriku? Detik demi detik harus melangkah kaku Mengulurkan jemari ‘tuk menggapai bayangmu Menatap ragu dari jauh akan adanya hadirmu Telah kusimpan lama sebuah perasaan Yang setiap saat kucoba tepiskan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Puisi yang Tak Sempat Kubacakan Untukmu – oleh Murni Oktarina

Ini adalah sebuah puisi Sebuah ungkapan perasaan hati Mungkin kau akan tertawa Atau mungkin kau tak akan suka Tapi ini adalah sebuah puisi Yang hanya kutuliskan satu kali Saat-saat kau sedang berusaha Melawan rasa sakitmu di suatu senja Ini adalah sebuah tulisan Yang akan mengungkapkan kejujuran Betapa ketakutan akan kehilanganmu Seakan menjadi hantu dan mencekam […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sajak untukmu, Cinta diam-diamku – oleh Murni Oktarina

Aku mencintaimu dalam kepedulian Menyayangimu dalam keterdiaman Mengagumimu dalam kerinduan Menyimpan senyummu dalam sebuah angan Selalu mencarimu di tengah keramaian Memikirkanmu dalam kesendirian Mengingatmu dalam nada-nada keraguan Lalu sekuat hati untuk melupakan Namun aku melihatmu ada di balik senja Melihatmu ada di antara pelangi yang berwarna Lalu bagaimana aku harus melupakannya? Sedangkan semuanya terasa bahagia […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Bintang yang paling terang – oleh Murni Oktarina

Ketika di hatimu tercipta nada kerinduan Tataplah langit senja yang telah menjingga Kau akan temukan aku di sana dengan senyuman Kau akan mengingatku bersama jalinan kasih yang pernah ada Ketika di hatimu mulai timbul serpihan keraguan Bersama airmata yang perlahan turun terasa Kutunjuk bintang di sudut langit malam perpisahan Kausesali perkataanmu, kausesali pujianmu, untuk aku […]
Baca puisi selengkapnya…