Antara kau, Senja, dan hujan – oleh Mosdalifah

Terasa hadir sesuatu menggelitik dadaku Terkadang berat, menyesakkan Terkadang panas, membara Aku tak mau tahu dan tak ingin tahu Namun tetap menetap di rongga dadaku nafasku memburu tak menentu Irama duka diselimuti senja Dan sepotong asa yang berpadu jingga Aku merindu membisik gerimis Atau memeluknya dengan caraku Sudah,ujung senja bingkai malam kan menghapus Akan tersisa […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Aku dan Kamu adakah Kita? – oleh Mosdalifah

Bunga putih untuk mengenang sebuah rasa yang mengembang Dan asa yang mengalir tenang Untuk satu kisah yang tertantang Jika,andai,garis tepi menepikan Lalu mengapa aku dan dirimu tak tersatukan? Jika kita bertemu kembali… Aku akan mengenalkanmu pada suatu masa Setelah fase yang lama Menunggu,bersamamu,menunggu lagi Dan jika puisi lamaku tak kau baca Sudikah kau dekap kata […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Catatan Hitam – oleh Mosdalifah

Malam ini, Sudahkah kau ganti warna hidupmu yang telah pudar? Sudahkah kau berbisik pada relung jiwamu yang redup ? Bukannya semua yang kau genggam adalah yang kau curi? Hitam milikmu, dan putih milikku Dan kita berdua adalah biru Sekarang kau tidak mau berbagi Warna indah musim hujan Atau pahit manis kehidupan Terpaksa, nostalgiaku seorang diri […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sajak Kenangan – oleh Mosdalifah

Gerimis telah bersenandung… Membasahi luka bekas semalam.. Barangkali, ada jejak yang masih berdetak Mengobati luka itu dalam dekapan hangatnya Barangkali, ada bayang yang tengah menanti Meski samar-samar terlihat nanar Begitupun harapan kabur Menyakiti nafas yang rapuh Membungkam raga yang sarat dahaga Rindu itu masih ada Menguap didalam rongga jiwa Sajak Kenangan – oleh Mosdalifah fb: […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tanpamu, Tanpa Cinta – oleh Mosdalifah

Aku lelah, aku sakit Menerima kenyataan yang tak bisa aku cegah Saat aku pikir, Merangkulmu itu tak mungkin Kau menyisakan jejak yang tak bisa aku artikan Sebab terhapus air mata yang mengais rindu sisa kenangan Aku mencoba keluar, Mungkin ada sedikit yang dapat aku rakit Untuk sebrangi samudera luka yang pahit Namun nafasku semakin memburu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kemarilah Hujan – oleh Mosdalifah

Terdiam dibawah langit yang kelam menghitam Bersandar terdekap dinginnya hujan Mendesah tak sadar tak ku hiraukan Datanglah sendiri bila memang menenangkan Jiwaku masih berapi” Kemarilah, dinginkan hati Bila memang pantas ku dapati Jangan biarkan retak sepotong mimpi Kosongkan tatapmu, isi penuh dengan cintamu Datang dan datanglah meski sulit untuk ku raih Datang dan sekalah air […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Ku Sebut Ini Cinta – oleh Mosdalifah

Kini kudapati dirimu Tersenyum bak mekaran bunga mengundang kumbang Dan aku telah bisa menggenggam erat bayangmu Maupun jiwa yang ku damba Ku tak percaya hadirmu yang pernah menggores luka Mengubah penantian tak berarti Menjadi perjuangan sejati Ku tak percaya senyummu Untuk diriku yang dulunya sebatas mengagumimu Kini menjadi separuh jiwa dan pemilik hatimu Lalu, kau […]
Baca puisi selengkapnya…