Desa Kecilku – oleh Miftah Izzudin Juargie

Pernah kita berada dalam gelapnya ketidakpastian, Menunggu sesuatu yang samar dari kejauhan, Di hadapkan dengan lembaran yang tidak transparan, Seperti menerawang tanpa cahaya di Ruang Keambisian. Desa Kecil ini merindukan pemikir yang memajukan, Memiliki akhlak yang menjadi teladan, Hingga menyatukan semua untuk mencapai satu tujuan. Desa Kecil ini merindukan tangan lembut untuk mensejahterakan, Tangan lembut […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Untuk hari yang baru – oleh Miftah Izzudin Juargie

Simpan saja dengan baik dihatimu, Jangan lagi dan lagi selalu kau tunjukkan, Rasa yang pernah indah mengindahkan, Yang mungkin memang ada untuk ku, Dan sampai detik dimana aku telah harus mengubur dan melupakan . . . Atau Rindu di senja kemarin, Yang membuat mu berhasil mengalahkan, Dan harus melawan besar gengsi mu, Ketika kau harus […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Pergila rindu – oleh Miftah Izzudin Juargie

Angin yang mencoba mengusir sepi, Getarkan ranting telah mengering, Jatuh berkeping di rongga retaknya tanah . . . Tiada lagi gairah memerah, Hanya melewatkan senja yang jingga, Dijemput untuk ditinggalkan, Dan renungan ketika melepaskan tenggelamnya . . . Cahaya kunang-kunang menjemput malam, Masih dalam gersang, Syair hati dalam kering keresahan, Tetap menikmati dalam setiap coretannya, […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Menantimu – oleh Miftah Izzudin Juargie

Sudah lah, Akhiri saja sangka yang membodohkan ketakutan mu, Yang mentenagai kaki mu untuk melangkah dengan lengkungan tanya, Yang membawa diri mu kedalam pusaran gelisah . . . Singkirkan saja semua penggoda yang ada di otak mu, Yang menghalangi mu dari setiap keinginan yang indah, Yang pernah meyakinkan mu, Lalu terjatuh, Bangkit, Kemudian tertatih lagi, […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tempat yang sempurna – oleh Miftah Izzudin Juargie

Keindahan dunia dengan terbalut jilbab yang anggun, Yang menjulur menutupi setiap lekuk penggoda dosa, Mencegah ku dari bejatnya pandangan menahan nafsu celaka . . . Tertunduk dengan senyum lembut yang indah, Aku tak punya banyak keberanian untuk terlalu lama memandang mu, Bukan aku tak suka, Bukan Harus ku akui jika diantara ciptaan Tuhan telah ada […]
Baca puisi selengkapnya…