Mengejar Asa – oleh Sahdan Kalahari

Diam… sembari melangkah meniti dalam gelap Menapaki setapak demi setapak lajur kehidupan Berteman bias cahaya mentari yang kian memudar, Buram… Laksana kaca tertimpa sisa rinai hujan Aku tetap meniti setapak demi setapak Naik, turun, berjalan tegap terkadang membungkuk, Bahkan sesekali terseok lunglai memikul beban hidup Di pundakku yang kian ringkih Tetap kupaksa untuk melangkah…. Saujana…… […]
Baca puisi selengkapnya…