Penantianku Padamu – oleh Mega Ayu Widya Putri

Ini senja yang berbeda Namun tak dapat kurasakannya Gemerlap pelita telah menyala Angin berjalan berhembus mesra Teringatku pada seorang pria Seseorang yang pernah ada Ada dan hadir dalam hidupku Aku jadi rindukan dirinya Teringat saat aku bersamanya Kelopak mawar merah yang kau beri Akan selalu bersemayam dalam memori Untuk selalu aku kenang dalam hati Ukiran […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Jujur – oleh Mega Ayu Widya Putri

Dulu… Saat kutatap matamu Penuh akan kilauan cinta yanh tulus Penuh akan kasih sayang untukku Namun, kini semua itu telah tiada Tak ada sedikitpun di relung hati Semua rasa cinta dan kasih sayang Tergantikan oleh kebencian yang mendalam Tatapan sinis yang menghujam jiwa Hati hancur bagai sekeping kaca yang rapuh Sakit seperti tertusuk duri kaktus […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Biarkan Gelap Menyapa – oleh Mega Ayu Widya Putri

Biarkan gelap ini menyapa Agar aku tahu bagaimana rasanya tanpamu Dihalauan purnama dari wajah malam Jikalau pada lentera saja aku kesilauan Sedang pada kerlip bintang aku ketakutan Maka inilah kesalahanku… Kita pejamkan mata Jikapun gelap berkuasa tidaklah mengapa Tetapi kalau engkau hanya suka terang Menatap kemilau cahaya merona Tak akan terbuka gerbang langit Dan kita […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Batu Hitam – oleh Mega Ayu Widya Putri

Sinar mentari yang membeku Di balik kabut tipis yang pekat Sang ilalang menri dengan gerak yang kaku Suara sendu alam Bagai sebuah simfony hitam Yang mengalun merangkai melodi Tenang… Penuh akan kedamaian Menyegarkan seluruh raga ini Mengalir dalam aliran darah ini Dari ujung rambut hingga ujung kaki Ku lihat sebuah batu hitam Terdiam disudut taman […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Air Mata Kesedihan – oleh Mega Ayu Widya Putri

Tiap tetes air mata ini Mewakili tiap rasa yang t’lah mati Terbelenggu dalam jiwa yang sunyi Tak mampu lagi hatiku ini Tuk membendung air mata yang mengalir Goresan luka hati yang dalam Membuat raga ini menjadi goyah Getaran jiwa ini bagaikan genderang Pikiran terbang dan pergi entah kemana Hanya tersisa raut wajah putus asa Yang […]
Baca puisi selengkapnya…