Air mata menangis – oleh Mas’udi

sesaat kuteringat tentang coretan malam tak bertinta namun bisa kubaca semilir angin menyapa menyingkap kembali lembaran hitam bergaris dosa Air mata mengalir di pelupuk mata ia menangis ia berkata tapi tak bersuara aku takut Dia murka. rintik gerimis menyentuh dedaunan tapi tak menyadarkanku dari lamunan cahaya lentera menyatu dalam tatapan membawa angan dalam ruang bercahaya […]
Baca puisi selengkapnya…