Kegilaan pagi ini – oleh Mahendra Manik

Kegilaan pagi hari Malam ini kembali ku disetubuhi oleh pagi.. Udara dinginnya membudak mata tetap bekerja.. Dan mencambuk tubuh untuk tetap terjaga… Tak tau berbuat apa di pagi buta.. Ku sendiri, tanpa ada suara mengganggu gendang telinga… Kusapa lemari yang sudah capek karna terlalu tua.. Tak ada balasan dari dia… Ahhh.. Tentu saja. Dia kan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Jiwa sepi – oleh Mahendra Manik

Lukisan perih pampangkan dukanya jiwa Ujian berat ini memaksa diri menyerah kerjakanya Lolongan jiwa tertahan ego harga diri Tuk diam tanpa kata menyelesaikan semua Hembusan angin menerbangkan kenangan rindu yang pernah ku buang Agar tak datang kembali menerpa diri Huhhh…. Nyatanya, kembali menerpa diri Hampa jiwa terpampang jelas dalam bersitan kata Kata rindu yang sering […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Oh sakitnya – oleh Mahendra manik

Senja sore melukis kenangan lama Membawa puing kenangan dirimu Suara burung bernyanyi ceria Tak seperti hati yang gundah gulana Senyum manismu kadang menyelinap di pikiran Membawa luka yang tak ada obatnya Serta linangan air yang berontak keluar dari mata Oh sakitnya…. Rumput dan pohon tertawa menghina raga Raga yang kosong tanpa kata manja darinya Oh […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kelemahanku – oleh Mahendra Manik

Kaulah yang membuat hariku menyenangkan.. Senyummu membuatku semangat dalam menjalani hidup yang tinggal sedikit ini… Kau membuatku memiliki hidup baru dan usia yang lebih lama lagi… Kau menghiasi hariku bak bunga di musim semi… Tapi kini kau menjauh.. Kau menjauh disaat kau menyadariku orang yang lemah.. Kau menjauh disaat kau menyadariku orang yang memiliki usia […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sudahlah – oleh Mahendra Manik

Dalam belenģu ku berusaha bergerak mencapaimu.. Kuulurkan tangan menggapaimu tapi dihalau oleh kesombonganmu… Kumaki bayangmu yang selalu menghiasi suramnya pikiranku.. Kubunuh senyum pahitmu yang selalu membuat jantungku berhenti berdegup… Tapi kenapa aku tidak bisa.. Kenapa aku selalu kalah dengan senyum kebanggaanmu… Kenapa rinduku ini ingin membunuhku… Apakah salah di hidupku… Oh tuhan… Sudahlah… Sudahlah – […]
Baca puisi selengkapnya…