Cinta dalam Diam – oleh Maeda Hindraman

pandangan mataku tak pernah salah untuk jatuhkan hatiku dalam cinta saat mata terpana menatapnya aku rasakan sebening embun entah apa yang terencanakan Tuhan dekatkan aku padannya membahagiakan hatiku yang rapuh namun apadaya… sikapku mengunci kalimat didalam hatiku aku acuhkan dia saat hidangan cinta aku rasakan yang coba diberikan darinya setiap mentari hadir membawanya kembali aku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Menutup mata cinta – oleh Maeda Hindraman

bersembunyi dari cinta tepiskan segala rasa mencoba menutup mata agar hati didalam raga tiada hanya karna tak mampu menerka nerka biarkan saja dia dibawa arus waktu mencari ombak yang deras agar cepat hilang dari tempatku berada biarkan saja burung disana berkicau ada kapal mencari pelabuhan baru tak berani menepi di dermaga yang ramai tak sudi […]
Baca puisi selengkapnya…