Dusta – oleh Lutfiyana

Kau bilang kalau kau tulus mencinta….. Kau bilang aku sangat berharga bagai permata yang tersimpan rapat didalam gua, yang gelap dan suram di dalamnya… Kata manis yang keluar dari mulut mu.. Membuat ku buta hingga aku tak percaya pada perkataan yang lainnya… Aku percaya kalau kau akan setia apa sekarang yang ku terima sungguh aku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Penghianatan – oleh Lutfiyana

Waktu terus bergulir darah terus mengalir cinta kini berakhir luka tlah terlahir seribu harapan yg aku mau kini tlah pupus di makan waktu senyum yg selalu ku rindu kini berubah menjadi sendu sesosok yg aku cinta kini tlah mendua perihnya hati sungguh luar biasa impian sudah berakhir dg sebuah luka penghianatan sudah ada didepan mata […]
Baca puisi selengkapnya…