Hidup (Cinta) – oleh Leonardo Masus Turnip

Jalan membentang Hidup meradang menerjang Jangan rayu aku Jangan bujuk aku Aku takut Aku takut sadar Aku takut sadar memberi luka Aku takut jatuh Aku takut terjatuh dalam lautan mimpi Terjun di lautan cintamu Aku harus hidup Aku harus mencinta Aku bingung Aku bingung antara hidup dan cinta Sulit, ini sulit Sial, aku harus hadapi […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Rasa – oleh Leonardo Masus Turnip

Bernada desah nafasmu Berirama indah parasmu Selalu teruntai dipikiranku Selalu terbayang dalam lamunanku Terapung di udara Berlabuh pada sukma Berdesir seperti deru ombak Terguncang seperti terumbu di lautan Tertiup seperti semilir angin Berterbangan seperti daun gugur Kau yang disebut kasih Meluluhlantahkan tubuh Mengoyak darah Memacu detak jantung Aku terjebak rasa Kau tak terelak Aku seperti […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Hilang – oleh Leonardo Masus Turnip

Aku hanya sekedar kata bagimu Kosong seperti deru Yang tak pernah dirindu Yang tak pernah merindu Sayat saja nadiku Jangan kau patahkan hatiku Tersayat tak terasa Dipatahkan begitu luka Bungkamlah aku, lantas kau pergi Jangan berdiri, lantas kau pergi Acuhkan aku dan buang Jangan bertahan lantas usang Abaikan saja diriku Tak perlu berbalik ke arahku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sabda Rindu – oleh Leonardo Masus Turnip

Rinduku tak tertahan lagi Menantikan kehadiranmu Rinduku selalu merintih Memanggil-manggil nama mu Rinduku begitu kuat Tak terbendung Semakin kuat Semakin tak terbendung Semakin aku merindu padamu Semakin merintih tubuh ini Semakin merintih Semakin sakit menusuk hati Angin sampaikan rindu ini Hantarkan sang rindu padanya Hembuskan melalui semilirmu Biar dia merasakan rindu yang tak terbendung Sabda […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kasihku – oleh Leonardo Masus Turnip

Oh kasihku, kau enggan pergi? Pergilah, biarkan aku disini Aku enggan dinanti Aku enggan menanti Berkelanalah Tumpah ruahkan seisi semesta Pergilah Biar aku merana Utaskan janjimu kasihku Kelak kita bertemu Dipersemaian waktu Keabadian yang khusu Biarkan aku merana Biarkan kau pun merana Akan ada jumpa Menghanyutkan luka Antara kita Oh kasihku . . . Kasihku […]
Baca puisi selengkapnya…