Kemana jalanku? – oleh Leo Pratama

Cahaya semakin gelap. Menutupi mataku hingga tak bisa melihat. Ku sulit tuk memandang jauh. Tak ada satu pun cahaya yang menuntunku. Ku menangis, ku bersedih. Mengapa harus seperti ini! Mengapa! Aku terjatuh dan tersungkur. Aku tidak bisa menerima semua ini. Mengapa harus aku yang kehilangan? Kehilangan seorang yang ku sayang. Kehilangan seorang yang seharusnya menjadi […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Daun Terakhir yang Gugur – oleh Leo Pratama

Semua terasa indah, semua mendekatiku. Saat diri ini memiliki dedaunan yang indah, mereka semua mendatangiku. Melepas penat mereka, melepas segala gundah di hati. Mereka bercanda tawa, menceritakan segala yang menjadi kerikil di hati. Daun-daun telah menopang mereka, batangku media daun untuk melindunginya. Semua pasti bisa. Selama daun tetap ada. Hari berganti hari, daun itu gugur […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Bersamamu – oleh Leo Pratama

Ku mendengar senandung indah Dari tutur katamu yang halus Semilir angin berhembus Menyelimutiku hingga tak tersadar lagi Ingin ku mulai mencoba Memegang erat tangan ini Kisah kita tak kan hilang Ombak pun menjadi saksi kita Nyiur pun melambai Menyatakan kita bersama-sama Tuk menjalani bersama-sama Kapal-kapal tak mau kalah menjadi saksi Cahaya matahari pun menjadi penerang […]
Baca puisi selengkapnya…