Penantian – oleh Laila Prativa Myranti

Dalam penantian yang semoga tak selamanya Aku selalu berharap Untuk kau merasakan kehadiranku Membalas senyumanku Dan menguatkanku ketika aku nyaris menyerah dalam penantianku Helaan nafas yang tiada henti Kerjapan mata yang tiada berarti Tak pelak hanya untuk menahan pedih Yang selalu ingin muncul namun kupendam dalam-dalam Pada seseorang yang kunantikan kehadirannya, Dari aku di sini […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kamu, Pintaku – oleh Laila Prativa Myranti

Tidak pernah sekalipun bermimpi untuk sendiri Namun tidak juga lekas mencari Hanya menanti dan senantiasa memperbaiki diri Hingga kutemui kamu suatu hari nanti Kala senja waktu itu Di atas jembatan, Di bawah rembulan Entah, aku yang menemuimu Atau kamu yang menemukanku Atau kita memang sengaja untuk dipertemukan Pintaku, Pada pemilik mata segelap jelaga Pandangan penuh […]
Baca puisi selengkapnya…