Anakku – oleh Kutcha

Anakku, setiap kali aku memandangi potretmu aku s’lalu berharap, Bukalah matamu nak.Menangislah, menangislah sekerasnya… Bunda ingin mendengar suaramu.Namun ketika tanganku meyentuh, Kusadari bahwa itu adalah bingkai potretmu yang kupasang tuk menghiasi setiap sudut kamarku. Anakku, ketika aku meratapi di makam kecilmu yang nan putih,aku s’lalu berharap, Bangunlah nak, bunda di sini menunggu dan tak sabar […]
Baca puisi selengkapnya…