Masa Silam – oleh Khotimatul Khusna

Dalam heningnya malam. Pikiranku melayang ke masa silam. Terputar kenangan indah yang tersimpan dalam ingatan. Tak terasa mutiara-mutiara indah pun meluncur bebas. Meluncur bebas dari pelupuk mataku. Sakit. Rasa itu. Rasa itu muncul kembali tanpa permisi. Saat kisah pahit itu terputar dalam memori. Perih. Hatiku perih seperti tersayat oleh pisau yang tajam. Saat mengingat kisah […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Terima Kasih Ayah – oleh Khotimatul Khusna

Kau slalu menjagaku. Penuh dengan kasih sayangmu. Kau slalu turuti. Apa semua yang ku mau dan ku ingin. Kau slalu melakukan banyak cara. Hanya untuk melihat buah hatimu kembali ceria. Ayah… Ma’afkan aku. Ma’afkan anakmu ini. Atas semua kesalahan yang telah kulakukan. Ayah… Kau slalu tegar saat dihadapanku. Kau slalu tersenyum saat bersamaku. Kau lakukan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Cinta Sejati – oleh Khotimatul Khusna

Detik waktu terus berjalan. Namun aku masih berdiam sendiri disini. Menanti sebuah cahaya cinta sejati. Yang kan menyusup menempati jiwa yang sepi. Sering kali ku bertanya? Entah pada siapa? Kapan cahaya itu kan datang menghampiri. Menghampiri diriku yang masih setia menanti. Cinta sejati… Ya cinta sejati. Apa cinta sejati itu masih tersisa. Tersisa untuk diriku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Oh sahabatku – oleh Khotimatul Khusna

Langit mendung seakan tau apa yang kurasa.. Burung pun ikut bernyanyi.. Seakan-akan ingin menghiburku.. Sahabat.. Dimana kau kini.. Kini kau telah pergi.. Kau jauh dariku.. Oh sahabatku.. Apa kau telah melupakan persahabatan kita.. Oh sahabatku.. Aku rindu.. Aku rindu masa-masa kita dulu.. Aku ingin kita seperti dulu.. Oh sahabatku.. Aku berharap.. Kita akan seperti dulu […]
Baca puisi selengkapnya…