Bahagia – oleh Khoirun Nissah

Nikmat surga adalah bahagia melihat orang tua menangis terharu padaku. Umi, bagaimana kau disana? Katakan pada tuhan, aku ingin sesuatu. Untuk orang tuaku disini Umi, walau kau tak pernah ku lihat sedari kecil Walau ku tak tahu bagaimana wajahmu Tapi kau tahu kan? Aku saat ini bahagia Kau tahu kapan aku menangis Kau melihatnya di […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Do’aku kasih – oleh Khoirun Nissah

Aku tak kuasa ketika kau menjauh Hariku tak seperti ketika mengenalmu Mungkin inilah tindakanmu, NAMUN Aku tetap menitipkan namamu dalam do’aku Tentang indahnya hati bahagia dalam hidupmu Setiap ku menjelang hayal tentangmu Aku meluruh, apa yang ku rasakan padamu? Namun percayalah, do’a lah yang mengutkan hatiku Tuhan tahu segala rintih ikhlasku Untuk hatiku yang perih […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Dia Datang – oleh Khoirun Nissah

Hujan malam tanpa kulihat gemerlap ceria bintang bintang Terdengar gemuruh suara jatuhannya air tanpa penyesalan Yang terdengar masuk dalam kamarku yang nyaman Sejuk dingin hujan menyelimuti tubuh lemah ku Dengan sepinya ku kembali berperan dalam hayal Merangkai alur untuk sebuah kebahagiaan semu tanpa nyata Dan kau.. Tiba datang menggeparkan hatiku dan memotong peranku Dengan membawa […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Rasaku Tak Lagi Kau Tahu – oleh Khoirun Nissah

Sentuhan itu tak lagi terasa hangatnya Ketika aku mendengar suara misterus indahmu itu Hatiku seakan hampa hambar tak berasa Seperti hidupku saat ini Bukan lagi ada bunga bermekaran yang indah Seperti dulu, detik demi detik pun kita hitung Menunggu kapan bunga itu mekar dan sanggup kita bawa untuk bekal “pergi” Yang selalu meninggalkan harum kasih […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Akan Ku Tunggu – oleh Khoirun Nissah

Angkuh tiada singgah dihati dan mungkin didarahnya Hinggap kebahagiaan yang besar di mimpinya Mata yang tidak sekedar menatap masa depan Air mata penyesalan akan keluar penuh harap Tanpa terlihat usaha dari janji yang ia ucap Sampai saat ini, aku berusaha menunggu tepat janjimu Akan ku untai segala hidup masa depanku Nanti yang akan berbalut kasih […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Berbincang Pilu – oleh Khoirun Nissah

Kini, kutuliskan sebuah jalan pengorbananku ketika denganmu Ketika aku berjalan menyusuri kesedihan hatiku Bahkan ketika aku berlari merasakan goresan darimu Dimana diwaktu ku menangis menjerit kesedihan dikotak tanpa ruh Yang seakan menceritakan aku orang bodoh yang ingin kau cintai Ku selalu menginginkan hal yang sama Sama seperti ketika aku membuat skenario kebahagiaan bersam denganmu Namun, […]
Baca puisi selengkapnya…