Rindu yang hilang – oleh Karomah

Kesepian ini mulai menyapa lagi Miris menatap disudut jendela Enggan ke muka, hanya menatap dari jauh Lama sekali menanti Uluran tangan dari seorang yang peduli Ah sepi Muak aku menunggu Muak aku menanti janji yang tak pasti Rasa sesakmini aku nikmati sendiri Entah dengan cara apa harus aku lalui Rasa rindu ini menggelembung Menyikasan lagi […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kepahitan – oleh Karomah

bohong jika waktu dapat mengikis dirimu bohong jika waktu dapat sembuhkan lukaku bohong jka waktu mampu meruntuhkan kisahmu bohong jika waktu tak melukaiku aku tak mau percaya lagi bila waktu mengatakan bayangmu kan menghilang aku tak mau percaya lagi jika waktu mengatakan rasa hati ini akan pergi beku hatiku remuk nian perasaan ini tak terhitung […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Pada sebuah jarak – oleh Karomah

aku masih bermimpi tentang sebuah hati yang lama ku nanti menyibak dalam tirai-tirai mimpi berharap delusi jadi nyata aku masih mencoba bertahan dalam kesendirian bertahan untuk kesekian kali menanti dirimu untuk hadir lagi pada sebuah jarak yang tercipta pada waktu yang menghalang pada diri yang menjaga hati pada kamu duhai pemilik hati ketukkanmu aku nanti […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Perjuangan sia-sia – oleh Karomah

Lelah kai melangkah hati membeku tiada arti kering mata tiada sisa mencoba bangkit kesekian kali Aku disini berjuang sendiri dan kau disana menatap dengan tawa membiarkan aku tertatih tiada harga kau, tak biskah hargai aku secuil perjuanganku hargai hatiku hanya senyap dan kepahitan yang kau tawarkan tapi aku tetap berjuang Perjuangan sia-sia – oleh Karomah […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Rapuh kedua kali – oleh Karomah

Mencoba berdiri meski kaki telah lelah meniti hati ini keruh lagi untuk kedua kali Dia yang sama mencoba menyaring asa tersenyum meski getir yang ada aku rasa telah hancur adanya Rapuh lagi hati ni hancur lagi Dengan dia ah apa aku masih bisa jatuh cinta ke yang lainnya? Rapuh kedua kali – oleh Karomah Nganjuk
Baca puisi selengkapnya…

 

Hari yang baru – oleh Karomah

Luka itu masih ada terkadang masih menyapa enggan pergi dari sisi bahkan tangis itu mulai kering seperti padang pasir tanpa aose tapi kini telah datang senyum baru kehidupan menyapa hati yang sepi memberi asa yang baru Tanpa kamu aku telah terbiasa kini senja terburuk telah sirna surya indah telah menyapa hari yang baru telah dimulai […]
Baca puisi selengkapnya…