Sepi – oleh Kakey Subagja

Aku termenung sendiri disini, di peraduan sepi ini, sendiri, berteman dengan aliran air mata yg menganak sungai Yah, aku memang terbiasa sendiri, ditengah keramaian ku pun merasa sepi, ditengah derai tawaku pun merasa sendiri Karena ku tau, tak ada yg paham dengan sepi yg bergayut denganku dulu, kini dan nanti Sepi ini begitu nikmat Aku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Jika – oleh Kakey Subagja

Jika angan ini adalah selembar kertas, akan ku koyak koyak dan koyak menjadi serpihan tak berbentuk, hingga tak ada lagi yang ada di benakku tentangmu dan tentangnya… Jika pikiran ini adalah sebatang kayu, kan kubakar ia hingga menjadi abu, agar tiada lagi bayangmu dan bayangnya dalam kemesraan…. Otakku lumpuh, nalarku punah… Tak semestinya ku memujamu…. […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Menitis Dalam Sepi – oleh Kakey Subagja

Terserah hatimu, kau masuk ke dalam hatiku, mengobrak abrik, memporak porandakan semua yang telah rapi tersusun Sesuka hatimu, kau belai manja rasa ku padamu, keberadaan mu dalam, sumpah serapah duka suka masa lalu yang indah Setelah semua kembali meraja, kau pun lenyap menghilang bersama bayang bayang masa lalumu Tinggalkan aku dalam sepi senyap hati kembali […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kasih berbingkai – oleh Kakey Subagja

Kasih ini berbingkai, ada dirimu dan dirinya yang menghiasi…. Cinta ini mendua, menjadi dua sisi yang membuatku gila…. Ku tlah milikinya, dengan susah payah peluh duka nestapa… Dan kau pun datang kembali, rentangkan asa masa lalu yang dulu tak tergapai… Ku masih menunggumu dan tetap menunggumu…. Diantara kepingan hati yang terserak yang sibuk ku kutipi […]
Baca puisi selengkapnya…