Badai – oleh Jasmine Nadhira

Aku mengerti sekarang. Kamulah badai keras dalam langit malamku. Ketika kamu pertama datang, Kamulah petir. Suatu kilat mendadak, Memberi cahaya dalam gulitaku (Aku terpikat). Sedetik kemudian, Kamu berubah menjadi guntur. Benar-benar menggemparkan, Membawaku kekacauan. (Aku lumpuh). Sekarang kamu tiada dan aku tertinggal sendiri dengan Langitku begitu gelap dan sunyi Aku terancam mati rasa. Mungkin inilah […]
Baca puisi selengkapnya…