Maaf… – oleh Izah Cahya Novembrilianti

Dalan keheningan malam yang menyapa, Kutautkan sebuah tasbih yang melingkar, Membanjiri mulut dengan menyebut asmaNya, Selalu berharap dan terus bersabar. Kehidupan yang begitu monoton, Tak ada guna aku bernyawa, Kertas yang semula putih bersih, Kini ternoda oleh tinta hitam yang membekas. Laksana hidup dalan sebuah duri, Lalai akan semua perintahNya, Hanya mengejar kebutuhan duniawi, Akhirat […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Taman Kota Kenangan

Nuansa keindahan Taman Kota masih membekas, Terselip dalam setiap jengkal kubernapas, Saat ragaku dan ragamu bersatu, Menjadi saksi atas pengakuan cintamu. Semilir angin malam menyeruak hangat, Menemani guncangan hati yang dahsyat, Menyapa indahnya malam gelap gulita, Membekas secercah pil pahit goresan luka. Tersayat sembilu hati menangis, Terhantam puluhan batu rasa meringis, Menandakan hujan akan turun […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kepergian – oleh Izah Cahya Novembrilianti

Gelisah melanda Risau menggugah Rindu menghampiri Kasih, datanglah kembali.. Saat mengenangmu Air mata ini jatuh Membasahi uraian kalbu Mengiringi hari-hariku.. Kuingin luapkan perasaanku Berhambur ke dalam pelukanmu Menjaga sebuah ikatan Yang tulus tak kan tergantikan.. Hika kau kembali lagi Ke dalam dekapan ini Ku tak akan melepasmu Because, I love you.. Puisi ini Karya : […]
Baca puisi selengkapnya…