Pesan untukku – oleh Iyi Kodariah

Senja terus kembali datang Kenyamananpun selalu hadir bersamanya Seakan mengingatkanku pada hal kemarin Hal luar biasa yang tak kusadari keberadaannya Selalu saja semuanya membuatku bungkam Seakan kenyataan berkata padaku Aku telah terkalahkan oleh diriku sendiri Namun dunia pun ikut menyampaikan pesannya untukku Aku bisa berlari di dalamnya dimanapun aku mau Kecuali satu hal Keabadian tak […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Berdoa itu yang kau perlu – oleh Iyi Kodariah

Diamnya diri bukan berarti tak peduli Hanya saja kurasa itu perlu Kau tak perlu urusi aku Justru Kaulah yang sangat butuh hal itu Kau tau Hanya sekedar kata belum mampu mengeluarkanmu dari sebuah kekeliruan Kau tau apa yang benar Kau pun tau hal yang harusnya Kau lakukan Hanya saja kukira Kau masih perlu satu hal […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Jaga diri ini Tuhan – oleh Iyi Kodariah

Tuhan Berapapun banyaknya kata yang terucap Berapapun banyaknya lantunan doa Berapapun banyaknya tetes airmata Masih tetap tak akan bisa mengembalikan senyumnya Aku tak akan melihat senyumnya lagi Tuhan Aku tak bisa melihat senyumnya lagi Aku tak bisa mendengar suaranya lagi Tuhan Aku menyadari waktu terus berjalan sedikit demi sedikit akan ada yang hilang Sedikit demi […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Masih disini bersama diri ini – oleh Iyi kodariah

Saat mentari pagi menyapa Yang kulihat masih tetap sama Masih tetap ada mereka Masih tetap dengan diri ini Yang Masih terus mencari jati diri Masih tetap dengan hati ini Yang Masih tetap menanti Masih tetap dengan kaki ini Yang walau hanya selangkah menjadikannya lebih berarti Masih tetap dengan tangan ini Yang Masih terus mengisi coretan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Berselimut rindu – oleh Iyi Kodariah

Malam kembali hening Hati ini mulai kembali pada masa bersama sosok mereka Tetes airmata mulai berjatuhan Mengenang indahnya romantika masa remaja Ingin hati ini bisa kembali merasakan hal indah itu Dimana tawa, nyata terlihat adanya Dan tempat airmata terhapuskan dalam hangatnya dekap persahabatan Hati ini mulai bicara Membisikkan kerinduannya Kaki ini mulai melangkah Melangkah menuju […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kutitipkan rasa ini padanya – oleh Iyi Kodariah

Ku terdiam dalam angan bersama seribu mimpi Ku bergegas demi harapan dalam menyambut kenyataan Bersama seribu rasa tersimpan rapat dalam hati Tak ingin Ku terdiam sendiri tanpa daya Ku terus berdoa sambil menitipkanmu padanya Suatu rasa yang mungkin itulah yang disebut cinta Suatu rasa yang terasa menyesak yang mungkin itulah yang disebut rindu Terasa hampa […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Hanya coretan tangan – oleh Iyi Kodariah

Saat orang melihat bibir ini tersenyum Tersimpan banyak cerita yang tak mudah dimengerti Suatu hal yang sangat sulit untuk bisa membuat bibir ini bersuara Terus Tersimpan dalam hati Terus bersuara dalam benakku Entah…entah….entah sangat sulit padahal terlihat begitu mudah Bibir ini terlalu kaku Tapi tangan ini begitu lihai Beribu kata bahkan walau berjuta katapun dengan […]
Baca puisi selengkapnya…